“Saat ini proses penyelesaian masalah di Bali terus berjalan. Kita lakukan dari berbagai pendekatan, baik itu pemerintahan, budaya, dan kelompok paguyuban daerah,” katanya.

Gubernur NTT menjelaskan, substansi persoalan yang muncul sejatinya hanya melibatkan oknum tertentu dan tidak bisa digeneralisasi terhadap seluruh warga NTT yang berada di Bali.

“Intinya bahwa urusan itu adalah oknum. Jadi selesaikan secara hukum. Sementara banyak sekali puluhan ribu orang NTT di Bali itu kerja baik-baik, tinggal baik-baik, sekolah baik-baik, dan tidak ikut campur dalam persoalan ini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, agar masyarakat tidak hanya terpaku pada informasi yang muncul di permukaan, karena ada dinamika lain yang perlu disikapi dengan kepala dingin.

“Jadi persoalan itu seperti yang kita tangkap di media. Tetapi di bawah permukaan ada agenda lain yang harus kita hadapi dengan baik,” jelasnya.

Komunikasi lintas daerah akan diperkuat melalui pertemuan resmi tiga gubernur, yakni NTT, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).