Kupang, KN – Pemerintah dan Warga Kelurahan Lasiana Merayakan Festival Budaya, Dukungan Nyata Progam Pemkot Kupang.
Festival budaya ini mengusung tema Pesona Lasiana Harmoni Seni dan Budaya. Festival ini diselenggarakan pada Kamis (27/11/2025) dan Jumat (28/11/2025) di La Cove Beach Resto & Bar pukul 17.00 WITA.
Ketua panitia, Lefernia M. Pena menyampaikan keberagaman harus dilihat sebagai potensi untuk pariwisata. Atraksi budaya mendukung pariwisata di kelurahan lasiana.
Tujuan rangkaian kegiatan festival budaya ini adalah melestarikan adat dan budaya daerah NTT kepada masyarakat kota kupang. Mencintai adat budaya lokal akan membangun kebersamaan, solidaritas dan keeratan sosial.
Selain itu, suasana kolektif ini diarahkan pula untuk menggerakkan perekonomian warga melalui gerakan UMKM di kalangan masyarakat tingkat kelurahan.
Festival budaya pun dapat menjadi ajang untuk memberikan kesempatan dalam menyalurkan bakat dan talenta warga terutama anak-anak muda.
“Sasaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat Lasiana terutama kalangan anak-anak muda. Pagelaran seni budaya ini menampilkan tarian daerah dengan beragam konsep, deklamasi puisi diiringi musik tradisional, fashion show, dan pangan lokal yang dibawakan oleh warga. Selain itu tersedia juga stan-stan tenun ikat,” ujar Lafernia saat ditemui Koranntt.com di sela-sela acara.
Pembiayaan kegiatan ini bersumber dari anggaran Pemerintahan kota kupang melalui Kecamatan Kelapa Lima, donatur dan warga.
Pemkot Kupang sebagai inisiator pelaksanaan event budaya mendorong agar budaya berkembang secara kolektif agar mampu melestarikan budaya, mengeratkan kebersamaan, memupuk perasaan saling memiliki, mencerdaskan pikiran dan membantu pertumbuhan ekonomi. Dan diharapkan dapat menjadi pintu masuk wisatawan ke kota kupang.
Plt Lurah Kelurahan Lasiana, Elisa Pel Tobing menyampaikan pihaknya sangat responsif terhadap program-program Pemkot Kupang di tingkat kelurahan.
Festival budaya ini akan menghidupkan dan mengembangkan budaya tradisional kita sehingga tidak kehilangan jati diri dan identitas autentik sebagai bangsa yang beragam.







Tinggalkan Balasan