Kupang, KN – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menghadiri sekaligus membuka secara resmi EventSeni dan Budaya Multi Etnis NTT di lapangan umum Bakunase pada Rabu (6/11/2025) pukul 16.30 WITA.

Event Seni dan Budaya ini mengangkat tema Bakunase Event Bangkit untuk Jaya yang dibuat dalam akronim “Ba Baja”. Kegiatan ini akan berlangsung sejak Rabu (5/11/2025) hingga Kamis (7/11/2025).

Sambutan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. (Foto: AGN/Koranntt.com)

Event Seni dan Budaya yang digelar ini merupakan salah satu wujud nyata visi dan misi Wali Kota Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francies dalam menjaga dan merawat budaya Kota Kupang, dan NTT pada umumnya.

Ketua Panitia Ebenhaezer Hepi Un menyampaikan terima kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan event tersebut. Hepi mengatakan, tujuan event seni dan budaya ini digelar, adalah untuk melestarikan budaya NTT, kepada anak-anak muda yang terpapar pengaruh globalisasi.

Event seni dan budaya ini, diharapkan dapat menjadi media untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya, dan memangkas jarak sosial dalam mengilhami perbedaan dan keberagaman kultur di Kelurahan Bakunase.

“Sumber pembiayaan kegiatan ini berasal dari sumbangan pemerintah Kota Kupang sebesar Rp15.000.000,00 belum dipotong pajak. Setelah dipotong pajak menjadi Rp13.000.000,00. Lantaram keterbataaan anggaran panitia mengambil langkah dengan mengumpulkan sumbangan sukarela dari warga sebesar Rp8.000.000,00,” ungkap Hepi Un.

Ia menyampaikan, terdapat tiga mata lomba yang menjadi dalam event seni dan budaya tersebut, yakni tarian tradisional multi etnis NTT, fashion show, dan solo. Hadiah juara satu sampai tiga akan memperoleh piala, dana pembinaan dan penghargaan.

Foto bersama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di acara Event Seni dan Budaya Kelurahan Bakunase. (Foto: AGN/Koranntt.com)

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi, kepada warga Kelurahan Bakunase yang menyambut baik program festival budaya Kota Kupang ini.

“Saya berencana 2026 bisa ada anggaran lebih cukup untuk festival budaya,” ujarnya.

Wali Kota Kupang menjelaskan, Pemerintah Kota Kupang telah melakukan pengorbanan dan penghematan di berbagai bidang.