Ia menambahkan, keberadaan rumah gendang yang kokoh akan memperkuat ikatan sosial warga sekaligus menjadi sarana pelestarian nilai-nilai luhur warisan leluhur Manggarai yang terus dijaga secara turun-temurun.

Prosesi peletakan batu pertama berlangsung khidmat melalui upacara adat Manggarai. Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah setempat, serta jajaran manajemen PT PLN (Persero) UIP Nusra.

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menjelaskan bahwa pembangunan Rumah Gendang Gonggor merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Program ini menitikberatkan pada pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat identitas masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

“PLN berjalan bersama masyarakat, menghormati nilai-nilai adat, dan menjaga keseimbangan dengan budaya yang sudah mengakar kuat. Pembangunan rumah gendang ini adalah bentuk nyata kepedulian PLN terhadap kelestarian warisan budaya Manggarai,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, ke depan PLN UIP Nusra akan memperluas kolaborasi dengan komunitas adat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan. Program sosial berbasis budaya dan kearifan lokal akan terus dikembangkan agar pembangunan energi di NTT memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Humas PLN)