Kelelahan pembalap terbayarkan ketika memasuki kota wisata super premium Labuan Bajo, menyusuri pantai nan indah dengan kemolekan bukit nan pesona sebelum memasuki finish di halaman kantor Bupati Manggarai Barat.
Tepat pukul 15.10 Wita, para pembalap memasuki finish dan disambut hangat warga serta pejabat pemerintah sudah berada di tenda acara penerimaan dan pengumuman hasil. Riuh warga bersorak memberikan semangat kepada setiap pembalap yang memasuki finish.
Panas yang menyengat tidak menjadi penghalang bagi warga menyambut dan menyaksikan dari dekat di titik finish etape terakhir Tour de EnTeTe, memberikan suport dan berebutan foto bersama para pembalap.
Pada etape terakhir ini, Youcef Reguigui dari Madar Pro Cycling Team asal Aljazair sebagai orang pertama yang masuk finish dengan catatan waktu 3 jam 49 menit 1 detik. Menyusul Emanuel Dave Samonte Montemayor dari Team Go For Gold, Filipina yang hampir bersamaan dengan rekan setimnya, Ronnilan Villa Quita.
Sedangkan kategori Best Indonesian Rider jatuh pada Muhamad Herlangga dari Nusantara BYC, Indonesia yang pada etape 1-7 keluar sebagai raja tanjakan.
Untuk Best Young Rider tetap dipertahankan Muhamad Syelhan Nurahmat dari Garuda Development yang pada etape 9 memborong empat prestasi gemilang. Syelhan merupakan pembalap muda terbaik dengan usia dibawah 23 tahun yang punya catatan waktu terbaik.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan kepada Gubernur NTT, Melki Laka Lena yang telah menggagas Tour de EnTeTe dengan mempercayakan Manggarai Barat sebagai etape terakhir dan finish.
Dia berharap tahun depan Tour de EnTeTe tetap berlanjut dan Labuan Bajo tetap sebagai finish seperti tahun ini. Tour de EnTeTe kata Ende bisa dijadikan sebagai agenda tahunan untuk memperkenalkan NTT ke mata dunia.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama membuat event ini ada dan berhasil dilaksanakan dengan baik.







Tinggalkan Balasan