Mbay, KN– Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama Bank NTT dan BPJS Ketenagakerjaan secara resmi meluncurkan program pembagian Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan pembukaan rekening Bank NTT bagi 3.473 pekerja rentan sektor informal di wilayah Nagekeo.
BPJS Ketenagakerjaan gratis untuk 100 ribu pekerja rentan di NTT merupakan realisasi dari janji kampanye, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma yang dikenal dengan sandi Melki-Johni.
Acara launching berlangsung di Kantor Bupati Nagekeo, Selasa (20/8/2025), dan dipimpin langsung oleh Bupati Nagekeo, Johanes Donatus.
Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam semangat “Ayo Bangun NTT”, yang menargetkan perluasan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal di seluruh provinsi.
Dalam sambutannya, Bupati Donatus menekankan pentingnya jaminan sosial sebagai hak dasar masyarakat dan amanat konstitusi.
“Negara wajib mengembangkan sistem jaminan sosial untuk seluruh rakyat, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 34 Ayat 2. Ini adalah bagian dari upaya kami menjawab persoalan sosial dan memastikan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti capaian dan target Provinsi NTT terkait cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. “Tahun 2025, target kita adalah 64,82% atau sekitar 1.054.194 pekerja. Namun hingga akhir 2024, realisasi baru mencapai 40,4% atau 668.415 pekerja. Artinya, kita butuh kerja keras dan kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target ini,” jelasnya.
Selain memberikan perlindungan sosial, program ini juga membuka akses keuangan bagi para pekerja. Melalui pembukaan rekening tabungan Bank NTT, peserta dapat menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan sekaligus mendapatkan fasilitas perbankan yang mendukung inklusi keuangan dan pengentasan kemiskinan.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nagekeo, Petrus Aurelius Asan, menyampaikan bahwa selain 3.473 pekerja penerima bantuan dari Pemerintah Provinsi, pihaknya juga telah menyiapkan perlindungan untuk 9.069 pekerja lainnya.
Pemerintah desa pun turut ambil bagian dengan menetapkan 800 peserta tambahan, dan berencana menambah 100 lagi sehingga totalnya mencapai 9.700 peserta di tahun 2025.
Dari sisi perlindungan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ende, Galih A. Raharjo, melaporkan bahwa hingga 30 Juni 2025, total klaim yang telah dibayarkan di Kabupaten Nagekeo mencapai Rp23,1 miliar kepada 1.522 penerima manfaat.
Ia menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk menjamin kesejahteraan tenaga kerja, baik selama masa kerja maupun pasca kerja.
Sementara itu, Pemimpin Bank NTT Cabang Mbay, Petrus Soba Lewar, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT yang telah mempercayakan Bank NTT sebagai mitra strategis dalam program ini.
“Rekening tabungan ini bukan hanya menampung manfaat jaminan sosial, tapi juga menjadi alat edukasi keuangan dan peningkatan literasi perbankan di masyarakat,” ujarnya.
Usai acara launching, dilakukan secara simbolis pembagian Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan buku tabungan Bank NTT kepada perwakilan peserta dari Desa Aeramo, Desa Marapokot, Kelurahan Lape, Kelurahan Danga, dan Kelurahan Mbay Satu.
Acara ini turut dihadiri Ketua dan Wakil Ketua DPRD Nagekeo, para kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, serta para penerima manfaat yang tampak antusias menerima kartu dan buku tabungan mereka. (*/ab)



Tinggalkan Balasan