“NTT ini sering dilabeli miskin infrastruktur dan miskin SDM. Tapi saya yakin, jika pendidikan dan pelatihan ditingkatkan, 10 hingga 15 tahun ke depan kita bisa melihat perubahan besar. Anak-anak dari NTT bisa jadi profesor, dokter, pemimpin, asalkan diberikan kesempatan yang sama,” tuturnya penuh keyakinan.
Ia juga membandingkan Indonesia dengan Korea Selatan yang merdeka di tahun yang sama, namun mengalami pertumbuhan ekonomi dan SDM yang jauh lebih pesat. Menurutnya, hal ini terjadi karena Korea Selatan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi secara konsisten.
“Indonesia punya kekayaan alam luar biasa, laut, tambang, hutan, tapi kita tertinggal karena SDM-nya tidak dimaksimalkan. Jangan hanya jadi penonton di tanah sendiri. Pendidikan adalah jalan keluar,” lanjut Abraham.



Tinggalkan Balasan