Plt. Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Syska Hutagalung, menjelaskan bahwa TTS menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dalam bidang pendidikan.

“Selain pembangunan SMA Unggul Garuda, TTS juga mendapatkan dua program strategis lainnya: revitalisasi 52 sekolah dengan total anggaran Rp49 miliar, serta program digitalisasi pendidikan. Ini bentuk nyata keinginan Presiden agar anak-anak dari wilayah Timur, termasuk NTT, mendapatkan kesempatan yang setara,” ungkap Siska.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Stella Christie, menyampaikan bahwa pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan arahan langsung Presiden RI.

Sekolah ini akan menjadi model pendidikan pra-universitas berbasis asrama yang terbuka bagi seluruh siswa dari Indonesia, melalui seleksi berbasis prestasi dan karakter.

“Sekolah ini akan menjadi inkubator pemimpin bangsa. Anak-anak akan belajar tidak hanya dari kurikulum, tapi juga dari masyarakat TTS. Inilah wujud pendidikan yang membumi dan sekaligus menjangkau dunia,” kata Prof. Stella.