“Unflor diharapkan bisa mendorong riset, inovasi, dan kolaborasi yang produktif. Salah satunya dengan berkontribusi dalam pengembangan potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan proses hilirisasi,” jelasnya.

Melki juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam program-program strategis daerah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, yang membuka peluang besar bagi lulusan untuk terjun sebagai pelaku usaha dan inovator di sektor pangan dan energi.

“Dunia saat ini membutuhkan pemimpin yang adaptif, kreatif, dan tangguh. Kalian bisa menjadi pemasok, produsen, bahkan bagian dari rantai pasok pangan dan energi nasional,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, selama kunjungan ke sejumlah dapur program MBG, pihaknya menemukan adanya keluhan terkait ketersediaan bahan pangan lokal yang belum mencukupi.

Menurutnya, ini menjadi peluang besar yang bisa dimanfaatkan lulusan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, Gubernur juga menyampaikan capaian terbaru pemerintah provinsi dalam mendatangkan investasi, termasuk kerja sama senilai Rp 9,6 triliun dengan PT HDF Energy Indonesia asal Prancis, untuk membangun delapan pembangkit listrik berbasis hidrogen hijau di wilayah NTT.