Menurut Lukman, sosialisasi tersebut telah menyasar seluruh 153 debitur di Pota yang berasal dari berbagai desa dan kelurahan dengan beragam bidang usaha.
Misalnya, Kredit Merdeka mendukung usaha budidaya bawang merah di Desa Nanga Baras, perkebunan jagung di Desa Nanga Mbaur, serta tanaman padi di Kelurahan Pota. Program ini juga membiayai usaha di sektor perikanan dan lainnya.
“Kredit Merdeka ini bunganya nol persen dan administrasinya kecil. Syaratnya pun mudah, cukup foto kopi KTP suami istri, kartu keluarga, dan surat keterangan usaha dari desa,” tambah Lukman.
Selain dalam sosialisasi, informasi tentang Kredit Merdeka juga diberikan langsung saat Bank NTT melakukan survei ke lokasi usaha debitur. Lukman menegaskan bahwa program ini berjalan lancar di wilayah Pota dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Lebih lanjut, Lukman menekankan tujuan utama Kredit Merdeka adalah membantu masyarakat mengembangkan usaha dan membebaskan mereka dari jerat rentenir atau praktik ijon.
“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan program ini sebaik mungkin untuk mendorong usaha yang lebih produktif. Jika ada informasi yang tidak benar tentang program ini, silakan datang langsung ke kantor Bank NTT untuk mendapatkan penjelasan resmi,” tegasnya.





Tinggalkan Balasan