Borong, KN – Bank NTT Cabang Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program Kredit Merdeka. Melalui Kantor Cabang Pembantu (Capem) Pota, hingga kini sudah 153 debitur yang mendapatkan fasilitas kredit ini.

Para debitur tersebut merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di wilayah Pota, Kecamatan Sambi Rampas. Mereka berada di bawah pengawasan pemerintah desa atau kelurahan, baik secara kelompok maupun perseorangan.

Kredit Merdeka terbukti menjadi solusi efektif bagi masyarakat untuk memperoleh modal usaha tanpa beban bunga, hanya dengan biaya administrasi yang kecil.

Program ini telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi petani yang mengembangkan usaha tanaman jagung, bawang merah, dan padi.

“Namun sebelum masyarakat mengakses kredit ini, Bank NTT bersama pemerintah desa terlebih dahulu melakukan sosialisasi mengenai syarat, mekanisme, dan ketentuan program,” jelas Kepala Capem Pota, Lukman, saat ditemui Jumat (25/4/2025).

Menurut Lukman, sosialisasi tersebut telah menyasar seluruh 153 debitur di Pota yang berasal dari berbagai desa dan kelurahan dengan beragam bidang usaha.

Misalnya, Kredit Merdeka mendukung usaha budidaya bawang merah di Desa Nanga Baras, perkebunan jagung di Desa Nanga Mbaur, serta tanaman padi di Kelurahan Pota. Program ini juga membiayai usaha di sektor perikanan dan lainnya.

“Kredit Merdeka ini bunganya nol persen dan administrasinya kecil. Syaratnya pun mudah, cukup foto kopi KTP suami istri, kartu keluarga, dan surat keterangan usaha dari desa,” tambah Lukman.

Selain dalam sosialisasi, informasi tentang Kredit Merdeka juga diberikan langsung saat Bank NTT melakukan survei ke lokasi usaha debitur. Lukman menegaskan bahwa program ini berjalan lancar di wilayah Pota dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Lebih lanjut, Lukman menekankan tujuan utama Kredit Merdeka adalah membantu masyarakat mengembangkan usaha dan membebaskan mereka dari jerat rentenir atau praktik ijon.