Langkah ini menempatkan Belu, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, di garda depan transformasi birokrasi daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Belu Wily Lay dan dukungan penuh Bank NTT, pemerintah daerah telah lebih dulu mengintegrasikan berbagai layanan keuangan berbasis digital. Dari Cash Management System (CMS), Siskeudes Online, hingga sistem pembayaran pajak daerah via QRIS dan mesin EDC.

Penerapan SP2D Online mempertegas satu hal, modernisasi keuangan tak lagi monopoli pusat. “Kami tidak mau perbatasan hanya jadi penonton,” kata Rahmat. Ia menyebut digitalisasi ini sebagai langkah strategis yang memperkuat akuntabilitas anggaran, mempercepat layanan, dan memutus potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Langkah itu pun disambut Kementerian Dalam Negeri. Dalam sambutannya, Dirjen Bina Keuangan Daerah mengapresiasi kesiapan teknis dan komitmen 24 BPD yang tergabung, termasuk Bank NTT.

“Daerah-daerah seperti Belu memberi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan halangan dalam berinovasi,” katanya.