Puasa memiliki dua dimensi penting, yaitu hubungan vertikal dengan Tuhan dan hubungan horizontal dengan sesama manusia.

“Puasa dalam Islam bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan dan sesama. Bahkan, jika kita menyakiti saudara kita, pahala puasa kita akan hilang,” jelas Ustadz Ahmad Masruri.

Ia juga mengaitkan konsep ini dengan tradisi Kristiani berdasarkan Kitab Nabi Yesaya pasal 58, yang menekankan pentingnya menolong orang teraniaya, memberi kepada makan orang lapar, dan memberikan tempat bagi yang membutuhkan.

Suasana penuh kehangatan menjadi penegasan akan pentingnya merayakan keberagaman dan menguatkan solidaritas bersama demi kerukunan antar umat beragama.

Melalui momen buka puasa bersama ini, Pemkab Manggarai mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan merayakan keberagaman sebagai kekuatan utama dalam membangun persatuan di wilayah Manggarai.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Fabianus Abu, S.Pd., Kapolres Manggarai, Sekda Manggarai, kepala Kantor Kementerian Agama Ruteng, tokoh lintas agama, Ketua MUI Kabupaten Manggarai, serta tokoh umat Muslim dan jajaran dari Pemkab Manggarai.**