“Kami ingin Tour de NTT menjadi magnet baru yang bisa memperkenalkan destinasi wisata lain di NTT, selain Labuan Bajo. Kami juga meminta Kemenpar untuk menjembatani kerja sama dengan sektor swasta agar event ini mendapatkan dukungan yang maksimal,” sebut Gubernur Melki Laka Lena.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas transportasi, baik udara maupun laut, untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan event ini. Saat ini, tingginya harga tiket pesawat masih menjadi tantangan bagi pariwisata NTT.
Belajar dari Sukses Banyuwangi
Dalam audiensi tersebut, Vinsensius Jemadu juga mencontohkan keberhasilan Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata berbasis event. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan oleh Bupati Banyuwangi, Answar Anaz, bisa menjadi inspirasi bagi NTT dalam mengemas Tour de NTT menjadi event kelas dunia.
“APBN dan APBD memang penting, tetapi kita juga harus menggandeng sektor swasta dan diaspora NTT agar event ini bisa berjalan secara berkelanjutan,” tambah Vinsensius.





Tinggalkan Balasan