“Waktu itu, papa mau saya menjadi tentara. Saya bahkan sudah mendaftar di SMK Militer Taruna di Bandung,” ungkap Umbu Gilberth.

Meski demikian, kata Umbu, dia tetap berdoa meminta petunjuk dari Tuhan, sehingga bisa mewujudkan impiannya sebagai seorang drifter.

“Jadi saya doa minta petunjuk ke Tuhan, kalau memang saya bisa jadi drifter, tolong tunjukan jalan,” jelasnya.

Setelah berdoa meminta petunjuk, Umbu mendapatkan informasi dan mulai mencari sekolah drifting. Dukungan ibunya menjadi semangat ketika ia akhirnya mendaftar ke sekolah drifting di Jakarta.

“Puji Tuhan, saya bisa lulus kelas drifting. Dari situ papa mulai mendukung, dan disitulah karir saya dimulai,” terang Umbu Gilberth.

Umbu Gilberth juga menyampaikan pesan untuk para pembalap muda di Nusa Tenggara Timur yang ingin mengejar dan mewujudkan impian mereka.

“Sukses itu bukan hanya soal drifting, tetapi bagaimana kita mewujudkan impian kita tanpa menghiraukan orang lain. Yang paling penting adalah minta campur tangan Tuhan,” jelasnya.