“Kenapa terburu-buru? Ada apa ini? Pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur NTT kan tidak sampai sebulan lagi. Kita tunggu saja gubernur baru. Apalagi BUMD ini modal utamanya dari pemerintah daerah. Apalagi gubernur adalah pemegang saham pengendali di Bank NTT,” tegas politisi Partai Golkar ini.
Ia juga menyesalkan manajemen Bank NTT yang kembali mengumumkan perpanjangan rekrutmen Komisaris Bank NTT, padahal sudah diingatkan tim transisi. “Tim transisi juga sudah ingatkan agar semua proses rekrutmen jabatan-jabatan di provinsi menunggu gubernur-wakil gubernur yang akan segera dilantik,” ungkapnya.
De Rosari menyebut jabatan-jabatan di lingkup Pemda NTT, terutama di BUMD, rekrutmennya diserahkan kepada gubernur-wakil gubernur yang baru. Di antaranya dirut dan komisaris PT Flobamor, dirut dan komisaris PT Kawasan Industri (KI) Bolok.
“Karena modal perusahaan daerah ini hampir seratus persen dari Pemda NTT,” tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur terpilih NTT, Melki Laka Lena, menegaskan tidak tahu dan tidak atas persetujuan Melki-Johni beredarnya surat pengumuman rekrutmen Komisaris Bank NTT.





Tinggalkan Balasan