Kupang, KN – Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTT Yohanes De Rosari menanggapi polemik lelang jabatan Bank NTT, yang sedang dilakukan oleh Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) Bank NTT.

Lelang jabatan pengurus Bank NTT khususnya Direktur Utama dan Komisaris ini, diprakarsai oleh Komisaris Independen Bank NTT yang juga berstatus sebagai KRN yaitu Frans Gana.

Menurut Yohanes De Rosari, pihaknya merasa aneh, karena sebelumnya dalam rapat dengar pendapat bersama pengurus Bank NTT, sudah disepakati agar proses rekrutmen jabatan di Bank NTT menunggu pelantikan gubernur-wakil gubernur baru.

“Saya kaget baca berita itu. Ada apa ini? Dalam RDP (rapat dengar pendapat) sebelumnya, kami sudah minta agar seluruh proses rekrutmen jabatan di Bank NTT menunggu gubernur-wakil gubernur baru,” kata Ketua Komisi III DPRD NTT,  Yohanes Derosari kepada media, Kamis (16/1/2025).

Komisi III DPRD NTT yang bermitra dengan Bank NTT,  kata Derosari, meminta agar manajemen Bank NTT menghentikan seluruh proses rekrutmen jabatan, sambil menunggu gubernur-wakil gubernur dilantik.

“Kenapa terburu-buru? Ada apa ini? Pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur NTT kan tidak sampai sebulan lagi. Kita tunggu saja gubernur baru. Apalagi BUMD ini modal utamanya dari pemerintah daerah. Apalagi gubernur adalah pemegang saham pengendali di Bank NTT,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Ia juga menyesalkan manajemen Bank NTT yang kembali mengumumkan perpanjangan rekrutmen Komisaris Bank NTT, padahal sudah diingatkan tim transisi. “Tim transisi juga sudah ingatkan agar semua proses rekrutmen jabatan-jabatan di provinsi menunggu gubernur-wakil gubernur yang akan segera dilantik,” ungkapnya.

De Rosari menyebut jabatan-jabatan di lingkup Pemda NTT, terutama di BUMD, rekrutmennya diserahkan kepada gubernur-wakil gubernur yang baru. Di antaranya dirut dan komisaris PT Flobamor,  dirut dan komisaris PT Kawasan Industri (KI) Bolok.  

“Karena modal perusahaan daerah ini hampir seratus persen dari Pemda NTT,” tandasnya.