Melki menyebutkan, sebanyak 20 orang dari NTT berangkat ke Hambalang untuk belajar bagaimana membuat program makanan bergizi gratis ini, sekaligus memastikan seluruh progam ini, bukan sekadar membuat anak-anak NTT memiliki gizi yang bagus, tetapi juga ada rantai gizi yang lebih bagus oleh seluruh masyarakat NTT, termasuk kaum rentan.

SPK Ingin Terlibat

Moderator kemudian minta SPK menanggapi jawaban dari Melki Laka Lena tersebut. “Pak Melki, nanti titip sampaikan Pak Prabowo, bahwa kita akan membantu Pak Prabowo menyiapkan tempat-tempatnya karena ini tersebar, bisa melibatkan polres dan koramil,” ujarnya.

Menurut SPK, jika ia Bersama wakilnya Andre Garu terpiih sebagai gubernur dan wakil guberur, akan mempersiapkan ini sekuat-kuatnya. “Tidak langsung semuanya dari pusat karena akan memberikan penghasilan ekonomi bagi masyarakat,’ ujarnya.

Melki Ikut Membahas Program Ini

Saat moderator memberikan kesempatan lagi kepada cagub Melki Laka Lena menanggapi jawaban SPK, Melki menyebut sebelum berhenti dari anggota DPR RI, ia yang ikut membahas program ini bersama pemerintah.

Ketika itu, Melki menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. Dalam pembahasan itu, lanjut Melki, pemerintah pusat minta dukungan dari NTT untuk mengunakan dengan baik anggaran yang sangat besar tersebut.

Dengan demikian, pernyataan SPK yang menyebutkan ingin membantu Prabowo menyiapkan program ini di daerah, ternyata jauh-jauh hari sudah dibahas oleh Melki Laka Lena.

Oleh karena itu, Melki mengajak seluruh masyarakat NTT bersiap menerima ini dengan baik yang akan dimulai pada 2 Januari 2025.

“Mama-mama yang memiliki usaha kuliner,anak-anak muda, kaum milenial siap menerima dengan baik. Mau masuk dari sektor hulu mempersiapkan bahan-bahan untuk makanan bergizi atau sektor hilir mempersiapkan makanan untuk sekolah-sekolah mulai dari SD sampai SMA,” tutup Melki Laka Lena. (gma/tim)