Selesai melontarkan pertanyaan, moderator mempersilahkan cagub Melki Laka Lena menjawab. Menurut Melki, program makan siang bergizi gratis adalah program yang memang dibahas oleh Pak Prabowo bersama koalisi besar, yang mungkin pada saat awal banyak orang mempertanyakan bagaimana cerita dari program ini.

Menurut Melki, program ini dipastikan akan memutar roda perekonomian NTT menjadi lebih baik ke depan.

“Dari anggaran makan siang bergizi gratis sebesar Rp71 triliun, akan masuk ke NTT Rp8 triliun, bahkan lebih besar dari APBD NTT. Kita bisa masuk pada bagian hulunya, mempersiapkan bahan-bahan baku dari program ini, mulai dari mempersiapkan ayam petelur, ayam pedaging, hortikultura dan bahan pangan lainnya,” jawab Melki ke SPK.

Melki melanjutkan,uang sebesar Rp8 triliun tersebut dipastikan akan memutar roda perekonomian NTT akan jauh lebih kuat, namun, pemerintah daerah harus memastikan bahwa banyak anak NTT menjadi pengusaha kuliner menjadi bagian dari mempersiapkan rantai gizi ini.

Melki menyebutkan, sebanyak 20 orang dari NTT berangkat ke Hambalang untuk belajar bagaimana membuat program makanan bergizi gratis ini, sekaligus memastikan seluruh progam ini, bukan sekadar membuat anak-anak NTT memiliki gizi yang bagus, tetapi juga ada rantai gizi yang lebih bagus oleh seluruh masyarakat NTT, termasuk kaum rentan.