Aldy menambahkan bahwa ada tiga jenis bawang yang dibudidayakan di wilayah tersebut, yaitu Sadren, Meserati, dan Lokananta, dengan varietas unggul adalah Meserati dan Lokananta.

Yapi Therik, salah satu petani senior, mengeluhkan rendahnya harga bawang ketika panen tiba, yang menyebabkan petani kesulitan menutupi biaya produksi.

“Kami berharap pemerintah hadir untuk mengatur harga saat panen agar tidak anjlok. Jika pemerintah bisa berkolaborasi dengan Bulog, petani bisa terhindar dari tengkulak,” ujarnya.

Selain itu, Yapi menekankan perlunya infrastruktur jalan yang memadai untuk mendukung distribusi hasil tani.

Selain itu, Yapi mengusulkan agar program pemerintah lebih menyentuh kebutuhan langsung petani, seperti subsidi untuk menjaga stabilitas harga, bukan sekadar bantuan alat mesin pertanian.

“Di Jerman, subsidi diberikan langsung ke petani. Mungkin itu bisa dicoba di sini, misalnya untuk komoditas padi dan jagung,” tambah Yapi.

Merespons berbagai aspirasi tersebut, cawagub NTT Johni Asadoma berjanji untuk menjadikan Jefry Sere sebagai duta petani milenial untuk mendorong generasi muda agar lebih tertarik pada sektor pertanian.