Selain program hilirisasi, Melki juga memastikan bahwa, NTT akan menjadi semakin sehat. Program utama yang akan dikerjakan adalah stunting, serta masalah pekerja migran yang masih menjadi PR utama pemerintah.

“Angka HIV juga tinggi yang diakibatkan oleh banyak pekerja migran. Kami bersama pemerintah pusat yang bergerak di bidang ini akan fokus untuk mengobati penyakit-penyakit dasar seperti ini,” terangnya.

Di bidang pendidikan, Melki Laka Lena dan Johni Asadoma akan membantu anak putus sekolah. “Koalisi kami akan mencatat semua data dan menyambungkan dengan anggaran pemerintah pusat untuk dibenahi,” terangnya.

Melki Laka Lena dan Johni Asadoma juga akan mendorong peningkatan kualitas guru dan dosen di NTT, serta fokus mendorong sekolah-sekolah vokasi di setiap daerah.

“Kami juga akan membuat sekolah-sekolah dengan vokasi lokal,” tuturnya.

Melki-Joni juga memastikan seluruh warga NTT bisa berobat gratis, hanya dengan menunjukan KTP dan akan mendorong peserta BPJS tenaga kerja di NTT.

“Kami akan mengalokasikan Rp20 miliar untuk program-program masyarakat NTT. Jadi kami bayar Rp20 miliar untuk 100.000 orang dan akan mengcover para pekerja NTT dengan baik,” tegasnya.