Melki mengambil contoh pembangunan di NTT pada jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Jokowi berbeda jauh. Di mana, di jaman Jokowi menjadi Presiden dan Frans Lebu Raya menjadi Guberur, NTT mendapat lebih banyak kue-kue pembangunan, seperti pembangunan pariwisata dan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan bendungan.
“Itu karena Pak Frans dekat dengan Pak Jokowi dan menteri di Jakarta. Begitu juga pada era Pak Viktor Laiskodat menjadi Gubernur. Pak Jokowi datang dan membawa banyak program pembangunan untuk NTT karena kedekatan dengan pemerintah pusat,” tegasnya.
Melki kembali menyatakan kesedihannya terhadap politisi PDI Perjuangan itu, karena seolah-olah tidak paham tentang pengaruh pemerintah pusat.
“Sekali lagi saya agak sedih saja, karena itu disampaikan oleh orang yang sangat paham bagaimana manfaatnya kita dekat dengan Presiden RI yang hari ini adalah Pak Prabowo Subianto. Ini harus disyukuri sebagai rahmat untuk NTT. Kesedihan saya hanya itu. Yang mengerti ini malah membuat ini menjadi noisy (gaduh) di masyarakat,” tandas Melki Laka Lena.





Tinggalkan Balasan