Dalam teori politik, kata dia, hanya dengan kekuasaan yang cukup terkonsentrasi, seseorang bisa membantu lebih banyak masyarakat. Jadi akumulasi sumber daya dan kekuasaan yang dibangun melalui hubungan, kepercayaan, niat baik, dan pengaruh, baik karena hubungan personal maupun institusional lewat partai dengan pusat-pusat kekuasaan, akan sangat menentukan seberapa mampu seorang Calon Gubernur NTT mengentaskan kemiskinan, mencerdaskan rakyat lewat pendidikan, juga mengatasi masalah lapangan kerja serta mengurus masalah kesehatan publik.

“Dalam hal ini saya melihat bahwa rakyat sedang melihat di hari-hari ini, siapakah yang paling dekat denga kekuasaan di pusat dan juga punya akses langsung dengan kabinet yang kemarin dilantik. Jika dilihat dari Komposisi kabinet Prabowo-Gibran, bisa dikatakan bahwa ini menjadi semacam harapan yang menjadi kenyataan, atau ibarat oase di tengah gurun untuk NTT, lewat MELKI-JOHNI. Sebab, hampir semua anggota kabinet Prabowo-Gibran ini, punya kedekatan, baik secara personal emosional, maupun institusional dengan Calon Gubernur Melki Laka Lena yang adalah Wakil Ketua Umum Golkar,” jelasnya.