Bahkan, panen padi yang biasanya dua kali setahun di Tohe, bisa ditingkatkan menjadi tiga kali mengunakan teknologi yang akan disiapkan Melki-Johni, termasuk produksi tanaman hortikulura seperi kacang tanah, kacang hijau, cabai, tomat dan tanaman lainnya. “Jika ekonomi sudah bagus, kita akan berantas kemiskinan sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Johni juga menjelaskan tentang pinjaman lunak atau pinjaman dengan bunga rendah untuk masyarakat yang membuka usaha, jika Melki- Johni jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Meneteskan Air Mata

Tiba saat warga diminta mengajukan pertanyaan, Santana Moreira, langsung meneteskan air mata. Ia bercerita mengenai sertifikat tanah rumahnya yang tak kunjung kelar, meskipun dia bersama warga lainnya sudah berkali-kali bertemu pemerintah.

“Tanah tempat rumah kami ini masih milik pemerintah kecamatan, ada 92 rumah dibangun dari tahun 2006,” ujarnya. “Kita butuh perhatian pemerintah tetapi soal sertifikat belum diberikan perhatian oleh pemerintah,” tambah Aloisius Bau, warga setempat.

Warga kemudian menitipkan persoalan yang mereka alami selama bertahun-tahn tersebut ke Melki-Johni. “Kami punya rumah ini juga sudah rusak, seng sudah rusak, kami minta direhab sehingga kami bisa tinggal dengan tenang di dalam rumah,” tambah Alosius.

Menurut Aloisius, petani setempat juga butuh hand tractor untuk mengolah lahan pertanian, sebab banyak petani di Tohe tidak memiliki traktor, sehingga harus mengelarkan uang untuk menyewa traktor petani lainnya “Belum lagi setelah panen, harga-harga turun sehingga kami mohon berikan kami bantuan traktor,” katanya.

Menurut Johni, banyak persoalan di Raihat yang disampaikan warga tersebut, telah dicatat. “Yang tadi disampaikan masyarakat juga sudah ada dalam program Melki-Johni, salah satunya program hilirisasi,” ujar Jenderal Polisi Bintang Dua tersebut.  

Jawaban dari Johni Asadoma langsung membangkitkan semangat warga setempat. “Kami sudah punya Melki-Johni, calon lain tak usah datang lagi ke Raihat,” tegas Alosius disambut tepuk tangan seluruh peserta kampanye. (gma/tim-mj)