Pada saat yang sama, Johni Asadoma menyapa Bela Suku Telo 3, pimpinan paling tinggi di kerajaan. “Kita butuh orang-orang yang penuh kepedulian dan mau berkorban untuk bisa membangun NTT termasuk Lamahala yang terkenal dengan potensi perikanan yang luar biasa,” ujarnya.

Namun, hasil perikanan yang melimpah tersebut terkendala di pemasaran. Untuk itu, hilirisasi yang merupakan salah satu program program akan menjawab persoalan ini.

Ikan yang melimpah, diolah di pabrik pengalengan ikan, dan tepung ikan untuk bahan baku bakso maupun pakan ternak untuk dipasarkan. “Semua ini harta tersembunyi yang belum kita olah. Kita akan mengolah semuanya dengan menggunakan teknologi modern,” kata putra Lamaholot tersebut.

Untuk mengolah bahan baku di Adonara, Melki-Johni akan permudah masuknya investor ke NTT termasuk Flores Timur, yang akan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi putra-putri daerah.

“Kita siapkan BBM yang cukup untuk nelayan bisa melaut, membantu pengadaan perahu lampara yang lengkap dengan motornya, kita akan atur agar pembagiannya tepat sasaran. Semua ini akan kita tata sehingga setiap orang menerima apa yang menjdi haknya. Inilah keadilan,” ujar Johni Asadoma.