“Kalau Mulut Seribu tidak ditata, orang tidak bisa menikmati dengan baik, karena kalau hanya naik perahu dan putar-putar selama 10 menit, orang akan bosan. Ada caranya bekin mulut seribu jadi bagus,” ujarnya.

Dengan membenahi mulut seribu dan wisatawan lokal berdatangan, sektor UMKM, penginapan, pertanian, hingga perikanan di Landu Leko akan bergeliat sehingga mendatangkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Untuk itu, Johni mengajak masyarakat di Rote tidak salah memilih pemimpin saat pilkada. Melki-Johni dengan nomor urut 2 akan menuntaskan persoalan tersebut saat memimpin NTT lima tahun ke depan.

Pembenahan sektor periwisata, kesehatan, dan sektor lainnya di Rote tentu tidak hanya mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) yang terbatas.

Tapi, pasangan Melki-Johni memiliki keunggulan jika dibandingkan pasangan calon gubernur lainnya, karena keduanya memiliki jaringan langsung ke pemerintah pusat dan DPR RI.

Dari 11 parpol yang mengusung Melki-Johni, semuanya adalah pengsung Prabowo-Gibran di pemilu presiden 14 Februari lalu.