“Semua masalah di atas disebabkan karena ekonomi yang buruk. Untuk mmperbaiki perekonomian daerah maka kita harus punya pemimpin yang baik yang sngt peduli pada kesejahteraan rakyatnya,” ujar Johni Asadoma.
Untuk menuntaskan persoalan yang ada, Melki-Johni adalah calon gubernur dan wakil gubernur yang tepat. Alasannya hanya pasangan ini yang memiliki jaringan langsung ke pusat kekuasaan di Jakarta.
Sebagai kader Gerindra, Johni Asadoma memiliki jaringan langsung ke Presiden terpilih, Prabowo-Subianto.
Sedangkan, Melki Laka Lena merupakan kader Golkar, adalah salah satu parpol pengusung Prabowo-Gibran pada pilpres. Hal ini memperlihatkan bahwa jaringan Melki-Johni ke pusat pemerintahan sangat kuat, dan jaringan seperti itu tidak dimiliki calon lainnya.
Pasangan Melki-Johni juga diusung oleh PSI yang ketua umumnya adalah anak Presiden Jokowi, serta Demokrat, PAN, PPP, Perindo, Garuda, Gelora, PAN, Demokrat, PKN, dan Prima.
Menurutnya, untuk membiayai pembangunan infrastruktur hingga desa-desa, pertanian, perikanan, peternakan, sumber daya manusia (SDM) dan sektor lainya, tidak hanya mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) yang terbatas, tetapi perludana bantuan pusat dalam bentuk dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK).





Tinggalkan Balasan