Program ini, sebut Melki, akan mengutamakan pangan lokal, dan masyarakat setempat didorong untuk berpartisipasi dalam rantai bisnis tersebut.

“Kami sepakati bahwa seluruh kebutuhan makan siang gratis harus disiapkan oleh masyarakat setempat. Ini peluang bagus bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam usaha ini,” tambah Melki.

Program makan siang gratis ini dinilai sebagai peluang besar bagi UMKM dan sektor kuliner di NTT. Karena itu, ia mengajak masyarakat NTT untuk bersiap memanfaatkan peluang ini, karena program tersebut rencananya mulai dilaksanakan pada bulan Oktober atau November mendatang.

“Dengan anggaran Rp71 triliun, UMKM dan kuliner di NTT akan lebih bernilai. Saya minta masyarakat NTT untuk mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Selain itu, Melki Laka Lena dan Johni Asadoma juga berkomitmen untuk memperkuat program BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat NTT. Mereka memastikan bahwa setiap warga memiliki akses layanan kesehatan gratis dengan kartu BPJS yang aktif.

“Kita akan pastikan seluruh masyarakat NTT memiliki BPJS aktif, dan bisa digunakan untuk berobat atau cek kesehatan secara gratis,” tegas Melki.