Kantor Desa tersebut dibangun atas kerja sama warga dengan Melki Laka Lena ketika masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. Semangat gotong royong sebagaimana spirit Sang Proklamator Bung Karno yang dimiliki warga Kaeneno yang berkolaborasi dengan Melki Laka Lena terwujud.

Semangat itu berhasil menghadirkan sebuah gedung megah Kantor Desa dilengkapi dengan ruang pertemuan atau aula yang sangat memadai untuk ukuran sebuah desa. Semangat gotong royong ini juga sering dikumandangkan salah satu tokoh akademisi NTT di Jogja, Cornelis Lay kepada Melki Laka Lena semasa menjadi aktivis mahasiswa.

Tiba di Kaeneno, warga menyambut Melki Laka Lena dengan gegap gempita. Deretan para tetua adat dengan tangan terkatub di dada, melantunkan syair dalam sapaan Natoni. Selanjutnya delapan gadis desa berbalut tenun Timor menari menyambut Melki Laka Lena yang didampingi Djemi Lassa dan Restu Dupe.

Selain ratusan warga desa Kaeneno, hadir menyambut Melki Laka Lena, diantaranya Camat Fautmolo Oritjes Tefa dan Kepala Desa Kaeneno Gusti Fallo. Keceriaan warga Kaeneno terpancar di raut mereka yang polos.