Paket ini sudah mendatar di KPU NTT didukung banyak partai politik. Saya memaklumi. Soal ini Melki amat lincah. Pergaulannya luas. Level elite ok, akar rumput apalagi.
Saya menaruh harapan pada Melki. Dia mungkin bukan yang terbaik tetapi boleh jadi yang paling pantas. Jaringan di tingkat nasional begitu luas dan kuat. Mudah untuk eksekusi program yang amat dibutuhkan NTT.
Ini saatnya Melki-Joni bergerak. Jabat erat tangan rakyat. Tinggal dan makan minum bersama. Itu kekuatan utama.
Hindari memberi janji terlalu banyak. Sewajarnya dan terukur. Betul dibutuhkan rakyat.
Pesona kekuasaan terkadang menggoda. Bisa terjebak pada hasrat untuk menjanjikan banyak hal. Tapi ingat. Rakyat tahu pemimpin itu bukan malaikat yang bisa merubah nasib dalam hitungan detik.
Dukungan partai yang kuat dan kelincahan Melki-Joni merupakan kekuatan besar. Selebihnya berserah pada Sang Hidup.
Pesan saya kalau kelak mendapat kepercayaan rakyat, jalani kekuasaan sebagai pelayanan. Pemimpin adalah mereka yang sudah selesai dengan dirinya. Bahkan pemimpin sesungguhnya adalah mereka yang rela berkorban demi sesama.
Mungkin baik untuk meneladani Ben Mboi, tokoh NTT dan nasional yg begitu dikenal. Dokter, TNI, dan gubernur NTT dua periode. Itu semua dijalani semata untuk kebaikan rakyat.
Teringat di masa tuanya Ben Mboi diusir dari rumah dinas TNI di Gatot Subroto, Jakarta. Ternyata Ben Mboi tidak punya kekayaan melimpah. Bahkan rumah pribadi di Jakarta juga tidak punya.
Itulah mahkota Ben Mboi. Ia dikenal bukan hanya kecerdasan dan jabatan, tetapi karena kesederhanaan.
Saya teringat pesannya suatu waktu. Tak sulit menilai pemimpin itu sukses atau gagal. Jika ia berhenti dari kekuasaan hidupnya sederhana itu sukses. Tapi jika bergelimang harta, tentu sebaliknya. (*)







Tinggalkan Balasan