Melki pemuda yg beruntung. Dia dapat patron politik yang mumpuni. Setya Novanto dan Melki Mekeng, dua sosok yang begitu mempercayai Melki.

Kedekatan tersebut memuluskan karir politiknya. Di usia sangat muda Melki sudah dicalonkan sebagai wakil Gubernur NTT berpasangan dengan Ibrahim Agustinus Meda.

Meda-Melki memang kalah tangguh. Tapi karir politik Melki terus meroket. Betul bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda. Melki terus melaju, tidak mau larut dalam kesedihan.

2019 maju sebagai caleg di dapil dua NTT. Melki sukses. Ia melenggang ke Senayan.

Momentum terus berpihak padanya. Melki dipercaya menjadi wakil ketua komisi yang membidangi kesehatan. Komisi ini tentu pas untuk NTT yang hingga kini dilanda berbagai persoalan, terutama soal kesehatan.

Karena tak lagi di Golkar, saya mengikuti pergerakan Melki dari media dan wa grup. Saya membaca berita soal kiprah Melki yang ditulis Tony Kleden dan Laurens Leba Tukan, kader Golkar NTT. Sumber lainnya Frans Sarong, Ketua Tim Pemenangan Melki-Joni.