Penulis: Roman Ndau Lendong, Kader Partai Demokrat

Saya mengenalnya sejak di Seminari Pius XII Kisol, Manggarai Timur. Sebagai anak yg datang dari jauh, yakni Kupang, tentu Melki, begitu ia disapa, punya daya tarik tersendiri.

Selepas dari Kisol, saya tak tahu banyak kabarnya. Baru ketemu lagi saat di Jogja. Melki kuliah di Universitas Sanata Dharma. Jurusan farmasi.

Keakraban terjalin ketika suatu waktu Melki bersama Vicky Jalong dan Pompy Jehaun, sahabat seangkatan di Kisol, mengikuti lomba debat mahasiswa di Jogja.

Oleh tim Melki saya diminta untuk melatih bagaimana teknik berdebat. Kebetulan saya pernah mengikuti debat, tingkat Provinsi dan nasional.

Saat debat, tim Melki tampil memukau. Ini ditopang pengetahuan ketiganya. Mereka sukses meraih juara satu.

Jauh kemudian saya bertemu Melki lagi di Golkar, tahun 2009. Terkejut sekaligus bangga bisa satu tim.

Lebih bangga lagi saat itu tim NTT di Golkar cukup menonjol. Yoseph Nai Soi, Charles Mesang, Setya Novanto, Melki Mekeng, Cyrilus Kering dan Ima Blegur adalah nama yang cukup dikenal.