“Tapi akan segera dibangun secara bertahap. Saya tanya tadi ke Pak Bupati, katanya mulai dibangun tahun ini, tapi secara bertahap 2 ruangan. Tapi niat untuk memperbaiki sudah ada, dan secara konkrit anggarannya sudah ada,” ungkapnya.
Ia berharap agar ada dukungan dari masyarakat, agar sekolah tersebut bisa segera dibangun.
“Semangat sekolahnya tinggi sekali. Mereka juga punya cita-cita ada yang jadi tentara, jadi dokter, bahkan ada yang mau jadi Presiden. Luar biasa, semangatnya tinggi. Ini harus dipelihara,” tuturnya.
Semua temuan di Kabupaten TTS, kata Agung, akan menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Persoalan-persoalan tersebut juga akan menjadi masukan bagi pemerintah saat ini, maupun pemerintah yang akan datang.
“Kami akan memberikan saran kepada Presiden melalui mekanisme. Nanti dari beliau ke menteri terkait. Kami tidak bisa langsung. Kami hanya memberi saran dan nasihat kepada bapak Presiden, termasuk memberi pertimbangan,” pungkasnya.
Kepada Agung Laksono, Plt Sekda Kabupaten TTS, Joni Lakapu memberikan catatan terhadap berbagai pembangunan di Kabupaten TTS.
“Wilayah TTS membutuhkan perhatian serius pemerintah. Persoalan serius yang menjadi perhatian Pemda adalah Pendidikan dan Kesehatan,” jelas Joni.
Selain itu Joni juga memberikan catatan soal puluhan gedung Sekolah Dasar dan Menengah yang masih memakai ruang darurat karena belum memiliki gedung permanen.
“Ada sarana prasarana pendidikan sebanyak 35 SD masih gedung darurat atau belum memiliki gedung,” ujarnya.
Pada Bidang kesehatan menurut Joni, meski tingkat stunting sudah berkurang namun belum sepenuhnya menurun.
Joni Lakapu menitipkan masalah serius soal penyakit rabies. “Sampai saat ini penyakit rabies sudah menelan korban sebanyak 18 orang meninggal,” ujarnya.
Joni juga mengaju jika di TTS saat ini masih mengalami Kekurangan tenaga kesehatan. Sedangkan, sebanyak 25.888 KK terkategori miskin ekstrem.
“Kami juga mau menyampaikan jika Pembangunan pelabuhan Kolbano belum rampung,” katanya. (*)







Tinggalkan Balasan