Dijelaskan Ahmad Atang, fakta ini dapat dilihat dari posisi sementara, yakni Melki Laka Lena di posisi pertama karena telah memiliki mitra koalisi secara permanen. Begitu juga Simon Petrus Kamlasi menempati posisi kedua karena telah memiliki pasangan secara permanen. “Sedangkan Ansy Lema masih memberikan rasa pesimisme karena belum memiliki mitra koalisi dan calon wakil, sehingga publik masih memberi rasa pesimisme,” katanya.
Kendati demikian menurut wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang ini, dinamika politik akan bergeser kalau masing-masing telah memiliki pasangan calon dan mitra koalisi. “Sungguh pun begitu, posisi tersebut masih belum aman karena presentase publik yang belum menentukan pilihan berada di angka 20 persen ke atas, sehingga masih relatif besar. Ini merupakan pemilih yang mengambil posisi wait and see,” ujar Ahmad Atang.
Di sisi lain, survey SMRC juga masih membidik figur yang secara faktual tidak maju seperti Victor Laiskodat, Benny Harman, Emy Nomleni, Julie Laiskodat sehingga terlihat masih bias pada TOp of Mind nya. “Diantara nama-nama wakil yang dipasangkan dengan Melki Laka Lena, baik ibu Janne Natalia maupun Gabriel Beri Bina secara elektoral telah memberikan profit secara politik, maka negosiasi, komunikasi sudah harus dibangun untuk memastikan pasangan permanen,” jelas Ahmad Atang.





Tinggalkan Balasan