Kajati NTT menjelaskan, berdasarkan data sistim informasi pengolahan sampah 2022, terdapat 18,30 ton per tahun. Sampah plastik ini, menurut kajian baru bisa terurai pada 500 tahun.

Karena itu, semua pihak terutama sekolah-sekolah harus mewajibkan setiap murid untuk tidak menggunakan air minum kemasan.

“Salah satu cara mengurangi sampah plastik adalah tidak menggunakan air minum kemasan. Kita menggunakan tuperware untuk mengisi air,” ucap Kajati NTT Zet Tadung Alo.

Ia mengajak seluruh insan adhyaksa serta masyarakat NTT untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Mari katong semua berkomitmen sonde membuang sampah sembarang seumur hidup,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake menyampaikan, perubahan iklim mempengaruhi siklus lingkungan hidup.

“Sehingga sangat tepat pada hari bhakti adhiyaksa mengusung tema lingkungan,” ujar Ayodhia Kalake.

Ayodhia menyampaikan selamat kepada seluruh insan adhiyaksa yang merayakan Hari Bhakti Adhiyaksa ke-64 dan IAD ke-24 tahun 2024.

Dia juga berharap agar insan kejaksaan terus berkontribusi dalam hal penegakan hukum di Indonesia.