Ia berharap edukasi kepada masyarakat bisa menjadi salah satu sarana, agar ke depan penanganan terhadap masalah kesehatan otak bisa dilakukan lebih baik.

“Di RS Siloam, kami punya 3 dokter ahli bedah saraf, ditunjang pula tim keperawatan dan medis. Selain itu kami punya peralatan yang cukup canggih. Kami punya CT Scan, Magnetic Resonance Imaging atau MRI, Microscop Bedah Saraf, dan layanan Cath Lab,” terangnya.

“Kami berharap dengan adanya pemutaran film ini menjadi mimpi kita bersama, sehingga layanan kesehatan otak semakin hari semakin baik, sehingga pasien-pasien bisa dilayani di Kota Kupang, NTT. Tidak perlu kita rujuk ke luar,” pungkas dr. Putry.

Sementara itu, dokter ahli bedah saraf Prof. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono mengatakan, proses bedah otak memang sangat sulit.

Ia menyebut, belum lama ini RS Siloam Kupang, untuk pertama kalinya di NTT pihaknya melakukan operasi mikrovaskular.

“Sehingga orang kalau mau bedah otak, itu harus ada temanya. Tidak bisa melakukan sendirian,” ujar dr. Eka Wahjoepramono.