Dengan pengalamannya yang sangat panjang di DPRD NTT, Beri Bina tentu sangat layak untuk menjadi calon Wakil Gubernur mendampingi Melki. Apalagi dia adalah kader Gerindra yang sudah sangat teruji dan paham masalah NTT dengan sangat baik. “Tapi di sisi yang lain, jika melihat kesiapan diri, agresifitas sosialisasi serta branding diri, juga dukungan partainya, Jane Natalia juga punya kualitas menjadi Calon Wakil Gubernur mendampingi Melki,” ujarnya.

Disebutkan, dua nama ini punya plus-minus. Artinya tinggal saja Melki dan KIM mempertimbangkannya. “Jika salah satu diputuskan maju dengan dukungan penuh partai pemenang Pemilu yaitu KIM dan tim Prabowo, saya kira mereka berpeluang sangat besar untuk menang. Sehingga yang akan diputuskan antara Beri Bina atau Jane Natalia, akan sangat tergantung hasil musyawarah koalisi KIM,” katanya.

Ia meyakini, publik NTT akan dengan gembira menyambut sosok yang memang oleh partai Koalisi KIM, Melki dan Golkar ditetapkan secara musyawarah bahwa dia layak mendampingi Melki. “Sehingga ini soal komunikasi, diskursus, dan pertimbangan rasional dari segala sisi oleh partai-partai KIM bersama Melki dan Golkar. Di situ akan terjadi diskursus rasional yang paling fair untuk memutuskan figur mana yang paling pas. Karena dua-duanya punya kualitas. Tentu saja pertimbangannya tidak hanya  memperhitungkan variabel elektabilitas dan popularitas, tapi juga akseptabilitas serta kepentingan strategis politik dalam rangka komunikasi politik antara provinsi dan daerah-daerah kabupaten juga dengan Jakarta ke depan,” katanya.

Sehingga, menurut Rajamuda Bataona, bukan hanya variabel keluasan yang dihitung, tapi juga kedalaman. Artinya, kualitas figur. “Singkatnya, selain elektabilitas, tapi juga kapabilitas dan integritas figur. Karena figur wakil Melki harus paham kepentingan geostrategis NTT ke depan. Juga bagaimana  isu-isu geopolitik, masalah kemiskinan, utang dan kesehatan di NTT lima tahun ke depan. Jadi tidak sekedar kepentingan kesuksesan memenangkan pertarungan, tapi bagaimana mengelola kekuasaan setelah menang. Karena pekerjaan berat itu bukan soal bagaimana menang saja, tapi juga setelah menang itu,” ujar dia.

Dijelaskan, figur wakil yang dipilih harus punya pemahaman holistik juga memahami jiwa dan gaya kepemimpinan Melki. “Artinya, dia harus siap bekerja sangat keras siang dan malam mendukung Melki selama lima tahun, karena tantangan NTT ini memang berat. Mulai dari utang Pemprov, pelambatan ekonomi, masalah kemiskinan akut dan ekstrem, pendidikan, kesehatan, hingga stunting,” sebutnya.