Ia meyakini, publik NTT akan dengan gembira menyambut sosok yang memang oleh partai Koalisi KIM, Melki dan Golkar ditetapkan secara musyawarah bahwa dia layak mendampingi Melki. “Sehingga ini soal komunikasi, diskursus, dan pertimbangan rasional dari segala sisi oleh partai-partai KIM bersama Melki dan Golkar. Di situ akan terjadi diskursus rasional yang paling fair untuk memutuskan figur mana yang paling pas. Karena dua-duanya punya kualitas. Tentu saja pertimbangannya tidak hanya memperhitungkan variabel elektabilitas dan popularitas, tapi juga akseptabilitas serta kepentingan strategis politik dalam rangka komunikasi politik antara provinsi dan daerah-daerah kabupaten juga dengan Jakarta ke depan,” katanya.
Sehingga, menurut Rajamuda Bataona, bukan hanya variabel keluasan yang dihitung, tapi juga kedalaman. Artinya, kualitas figur. “Singkatnya, selain elektabilitas, tapi juga kapabilitas dan integritas figur. Karena figur wakil Melki harus paham kepentingan geostrategis NTT ke depan. Juga bagaimana isu-isu geopolitik, masalah kemiskinan, utang dan kesehatan di NTT lima tahun ke depan. Jadi tidak sekedar kepentingan kesuksesan memenangkan pertarungan, tapi bagaimana mengelola kekuasaan setelah menang. Karena pekerjaan berat itu bukan soal bagaimana menang saja, tapi juga setelah menang itu,” ujar dia.
Dijelaskan, figur wakil yang dipilih harus punya pemahaman holistik juga memahami jiwa dan gaya kepemimpinan Melki. “Artinya, dia harus siap bekerja sangat keras siang dan malam mendukung Melki selama lima tahun, karena tantangan NTT ini memang berat. Mulai dari utang Pemprov, pelambatan ekonomi, masalah kemiskinan akut dan ekstrem, pendidikan, kesehatan, hingga stunting,” sebutnya.
Dan sosok Melki adalah garansi untuk menyelesaikan masalah utang dan beban fiskal di NTT. “Dia punya seluruh sumber daya untuk berkomunikasi dengan semua elit politik di Jakarta untuk membantu NTT. Termasuk menyelesaikan masalah utang ini. Melki punya satu kelebihan komparatif yang saya kira harus diakui adalah, kemampuannya dalam berkomunikasi di level nasional dengan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Bahkan, jiwanya yang sangat anak muda, humble dan rendah hati dalam berkomunikasi adalah modal sosial dan budaya yang sangat kuat pada Melki Laka Lena. Selain itu, sebagai ketua KIM dalam pemenangan Prabowo Gibran di NTT, tentu saja Melki punya jejaring dan kapasitas untuk berkomunikasi secara baik dengan kekuasaan Prabowo-Gibran selama lima tahun ke depan. (llt/ab)





Tinggalkan Balasan