Gregorius juga menyatakan bahwa, Lembata membutuhkan pemimpin yang berpengalaman dalam mengurus Lembata, yang paham birokrasi dan mampu berinovasi dalam mengoptimalkan sumber daya di Lembata mejadi sesuatu yang memiliki nilai produktivitas.
“Dan itu ada pada sosok SPM. Bagi kami, pembangunan Lembata mesti dengan paradigma baru yang mengedepankan kecerdasan dan keberlanjutan lingkungan, atau smart city,” terangnya.
Pembangunan daerah dengan konsep smart city, lanjut Gregorius, tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, melainkan, memperhatikan faktor-faktor keberlanjutan yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat dan lingkungan.
“Oleh Karena itu, dalam pembangunan Kabupaten Lembata yang smart, partisipasi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan menjadi kunci penting. Sehingga, dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, perlu melibatkan masyarakat, serta mensosialisasikan konsep keberlanjutan ke arah kesadaran lingkungan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Kata Gregorius, gagasan smart city tersebut akan terus didorong sebagai agenda prioritas SPM dalam memajukan Kabupaten Lembata.





Tinggalkan Balasan