“Kami selalu menyampaikan ‘No Emisi Yes Konversi’. Ini adalah jargon yang kita terus suarakan. Apalagi pemerintah memberikan subsidi terhadap konversi. Artinya ada bantuan pemerintah supaya masyarakat mau mengkonversi,” kata Sahdan.

Kehadiran PT PLN (Persero) UIP Nusra juga, kata Sahdan, merupakan intervensi krusial dalam kelahiran ekosistem EV. PLN menempati peran vital dalam melahirkan SDM yang kompeten serta peralatan yang memadai dalam perakitan konversi.

“Sedikit demi sedikit kita akan menjamah ke (sekolah) yang lebih luas. Semoga program kerja sama PLN dengan SMK 3 Mataram ini bisa dilaksanakan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Sahdan.

Sementara itu, General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Abdul Nahwan, mengatakan sertifikat grade B dari Kementerian Perhubungan untuk bengkel konversi SMKN 3 Mataram menjadi hadiah atas ketekunan para siswa, guru, dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam program konversi.

Namun demikian, kata Abdul Nahwan, hadirnya bengkel konversi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal yang penting dalam membangun kebiasaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.