Kedua, Ketiga dan Keempat dokter Jimmy fokus pada optimalisasi pelayanan kesehatan dan fasilitas kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan tenaga medis. 

“Kita ingin mendatangkan alat cuci darah, agar penderita ginjal dapat ditolong dan bisa mendatangkan PAD bagi Lembata. Kita juga ingin fokus pada penanganan stunting, penguatan program dokter spesialis kebidanan dan kandungan, spesialis anak, bidan, perawat, ahli gizi dan posyandu terpadu,” terangnya.

Di samping itu, dokter Jimmy ingin melakukan efisiensi dan peningkatan anggaran di bidang pendidikan dengan memberikan beasiswa kepada siswa-siswi berprestasi untuk disekolahkan sampai Sarjana sesuai yang dibutuhkan Pemda saat ini, memberikan efisiensi alokasi anggaran di sektor pemuda dan olahraga melalui penyelenggaran kegiatan perlombaan seni dan olahraga berprestasi.

Jimmy juga akan memperkenalkan dan mempromosikan objek-objek pariwisata potensial di Kabupaten Lembata ke level nasional yang berpotensi mendatangkan investor yang dapat menyediakan dana dan anggaran untuk pengembangan pariwisata lebih lanjut di Kabupaten Lembata.

Di samping itu, sosok muda dan cerdas ini akan melakukan penyempurnaan dan penataan tata wajah pusat kota, peningkatan sektor kemaritiman dengan memanfaatkan hasil sumber daya alam laut, sektor pertanian dan perkebunan dengan memanfaatkan lahan kosong, untuk menanam komoditi yang bisa meningkatkan PAD, dengan melibatkan investor dari luar yang menguntungkan dan berpihak pada kepentingan masyarakat, menyiapkan dan membuka lapangan pekerjaan bagi sarjana anak daerah yang akan kembali mengabdi ke Lembata melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital, mendorong UMKM dan memanfaatkan formasi rekrutan ASN yang tepat sasaran sehingga dapat menurunkan angka pengangguran dan tingkat kemiskinan di Kabupaten Lembata.

Jimmy juga akan melakukan penyempurnaan infrastruktur jalan yang menjangkau setiap kecamatan sehingga bisa mempermudah perputaran ekonomi yang dapat meningkatan taraf kesejahteraan hidup masyarakat, penyediaan air bersih dan saluran sanitasi lingkungan di setiap desa yang belum terjangkau, memaksimalkan dan mendayagunakan kembali aset-aset daerah yang saat ini belum beroperasional dengan baik serta mendayagunakan kembali perusahaan daerah dalam pengembangan ekonomi kreatif yang bisa menghasilkan PAD.