Sejak tahun 2022 hingga 2023, PLTU Bolok telah menggunakan 2.719,53 ton Woodchip sebagai bahan baku Cofiring. Untuk tahun 2024, target pemakaian Biomassa sebesar 1.649,9 ton untuk mencapai 1.689,68 MWh Green atau meningkat 10% Persen dari tahun 2023. Namun jika melihat realisasi triwulan 1 tahun 2024 diatas, target tersebut menjadi mungkin diraih PLN NTT.
Menurut Ismanta, Manager Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor, peningkatan pemakaian biomassa PLTU Bolok tidak terlepas dari usaha-usaha yang telah dikerjakan.
“Kami melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pemakaian biomassa woodchip dalam proses cofiring untuk mencapai target energi bersih. Langkah-langkah yang kami ambil seperti pembaharuan kontrak penyediaan bahan baku woodchip, penambahan shelter untuk pengelolaan woodchip dan kontiunitas cofiring dari 3 persen menjadi 5 persen. Hal ini memberikan dampak signifikan pada maksimalnya penggunaan biomassa dalam produksi listrik di PLTU Bolok,” terang Ismanta.
Pengembangan hutan energi juga dilakukan guna menyediakan bahan baku biomassa. Pada Tahun 2022, PLN UIW NTT menyalurkan bantuan sebanyak 40.000 bibit pohon lamtoro untuk mendukung pengembangan hutan energi di Desa Oetuke melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).







Tinggalkan Balasan