KUPANG, KN — Program hiburan, ekonomi warga dan wadah kreasi mingguan Pemerintah Kota Kupang, Saboak, berlangsung jauh lebih semarak dari biasanya pada Sabtu (1/8) sore hingga malam hari.
Gelaran rutin akhir pekan di kawasan LLBK tersebut mendadak riuh dan penuh warna berkat kehadiran ratusan peserta Jambore Daerah (Jamda) X Kwarda NTT yang ikut unjuk gigi menampilkan atraksi seni dan parade budaya.
Atmosfer di lokasi Saboak berlangsung meriah, hangat, dan sarat akan nilai kebudayaan. Sejak sore hari, masyarakat Kota Kupang memadati arena untuk menyaksikan para anggota Pramuka berkarnaval mengenakan busana adat khas dari berbagai kabupaten/kota se-NTT yang dipadukan secara unik dengan seragam kepanduan.
Sorot lampu panggung, alunan musik daerah, hingga deretan stan UMKM kuliner dan kerajinan lokal khas program Saboak makin melengkapi keceriaan warga yang datang menikmati suasana akhir pekan.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, yang hadir dalam balutan busana kasual elegan, menyampaikan apresiasi tingginya atas kolaborasi antara program unggulan Pemkot Kupang ini dengan agenda Jamda NTT 2026.
Menurutnya, pemanfaatan ruang publik seperti Saboak menjadi panggung yang tepat bagi anak muda untuk mengekspresikan bakat seni mereka.
“Saboak memang merupakan wadah mingguan yang disiapkan Pemerintah Kota Kupang untuk menghidupkan ruang publik dan ekonomi kreatif warga setiap weekend. Kehadiran adik-adik peserta Jamda NTT sore ini memberi warna dan energi baru yang luar biasa. Ini bukti bahwa Pramuka tidak hanya disiplin di lapangan perkemahan, tetapi juga bangga melestarikan budaya daerah di tengah masyarakat,” tegas Serena Cosgrova Francis saat memberikan sambutannya.
Keseruan dan hangatnya interaksi di panggung Saboak ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta Jamda yang datang dari luar Kota Kupang. Yefri, salah satu anggota Pramuka Penggalang yang tampil dalam parade budaya tersebut, mengaku sangat senang bisa merasakan atmosfer ruang kreasi milik warga kota ini.



Tinggalkan Balasan