Dia mengatakan, NTT saat ini membutuhkan figur yang mau bekerja. Bukan mencari kandidat berdasarkan suku, agama dan ras.

“Kalau prinsipnya begitu, maka kita akan tetap terjebak dalam pusaran yang sama. Karena kita ini butuh pemimpin yang mau kerja,” tegasnya.

Partai poltik bukan sekedarbpintu masuk untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur maupun Wakil Gubenrur. Tetapi harus ikut bertanggungjawab bagi masyarakat.

“Karena visi dan misi kami di Partai Perindo ini untuk Indonesia sejahtera,” jelasnya.

Nunatonis menambahkan, setalah pendaftaran, akan ada tim yang melakukan seleksi dan wawancara, sebalum mengambil keputusan.

“Jadi misalkan saja kalau nanti pak Frans maju dari Perindo, maka kita akan sama-sama bekerja. Intinya ada SK dulu,” tandasnya.

Sebagai informasi, Frans Aba sudah mendaftar ke lima partai, diantaranya PKB, PAN, Hanura, PDI Perjuangan dan Partai Perindo.

Rencananya besok Kamis (2/5/2024), Frans Aba akan mendaftar di Partai Gerindra dan PSI. (*/KN)