Manggarai, KN – Kembali maju di Pilkada 2024, Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit mendaftar sebagai bakal calon bupati (bacabup) di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Manggarai, NTT.
Pada kesempatan itu, Hery Nabit tidak datang sendiri melainkan didampingi ratusan pendukung, keluarga serta kerabatnya.
Hery Nabit tampak mengenakan kemeja berwarna merah berlogo banteng layaknya sebagai kader asli PDIP, dikepalanya dengan ada peci hitam. Sementara Istrinya Meldy Hagur mengenakan baju berwarna kuning dibalutkan dengan kain songket Manggarai.
Sebelum datang ke kantor DPC PDI, para pendukung Hey Nabit itu berkumpul terlebih dahulu di kediaman orangtuanya di kampung Watu, kelurahan Bangka Nekang, kecamatan Langke Rembong.
Setelah semuanya berkumpul, Hery Nabit bersama sang isteri Meldiyanti Hagur Nabit dan kerabat serta ratusan pendukungnya itu bertandang menuju Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai.
Setelah tiba di kantor DPC PDIP sekira pukul 12:00 Wita, mereka langsung disambut pelukan hangat dari sejumlah pengurus DPC PDIP.
Kemudian, ia bersama sang istri dan beberapa perwakilan rombongan dipersilahkan masuk untuk mengikuti proses pengisian formulir pendaftaran Bakal Calon Bupati Manggarai pada Pilkada 2024.
Bakal Calon Bupati Manggarai Herybertus G L. Nabit kepada wartawan mengatakan pendaftaran di PDI merupakan awal sebelum menuju ke rumah partai lainnya.
“Hari ini saya datang mendaftar dulu di tempat kami bernaung, dibesarkan dan dilahirkan yakni PDIP Manggarai. Setelah ini kami akan berproses di partai lain (PAN dan PKB),” ungkapnya.
Di PDI kata dia, akan berproses apalagi saat ini ia mendaftarkan diri sudah yang ketiga kalinya.
“Sudah daftar, tentunya berproses sesuai mekanisme partai. Soal sinyal koalisi di tiga partai, kita masuk dulu, nanti kalau sudah didalam kita baru bicarakan,” katanya.
Ditanya soal wakil sebagai pendampingnya, ia menuturkan jika itu akan menunggu hasil survei dari partai.
“Terkait wakil nantinya akan ditentukan melalui elektabilitas tentunya menunggu survei. Hasil survei itu didiskusikan calon-calon koalisi,” tuturnya.









Tinggalkan Balasan