Ia mengaku ingin Kembali mengabdi ke kampung halamannya karena panggilan Lewotana, panggilan leluhur di Lewo Lama Lean atau kini disebut dengan Lembata.
Kader senior Partai Demokrat ini memiliki sejumput pengalaman yang tidak diragukan lagi. Pernah berprofesi sebagai pengacara kondang di Kota Kupang, ia meramah ke Politik dan pernah menjadi Anggota DPRD Provinsi NTT.
Sejak saat itu Gabriel Kotan mulai mengepakan sayap pengabdiannya ke Lembata. Ia membangun hubungan positip dengan kalangan pemuka-pemuka agama, para pelaku ekonomi serta kalangan budayawan serta tokoh-tkoh adat sebagai pemangku kepentingan di Lembata. Ia juga sukses membawa masuk anggaran untuk membantu perkembangan koperasi Ankara melalui LPDB (Lembaga Pengelolah Dana Bergulir) Koperasi dan UMKM sebesar Rp 5 Milyard. Selama menjabat ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membangun kampung halamannya.
“Sudah banyak hal yang telah kita perjuangkan untuk membangun Lewotana. Tetapi rasanya tidak berhenti sampai disitu. Keinginan dan hasrat untuk terus membangun kampung halaman terus bergemuruh di dalam bathin saya, sehingga Keputusan menjadi Bupati Lembata adalah murni untuk membuat kampung halaman lebih maju dan lebih baik dari semua aspek,” tutur Gab Kotan.





Tinggalkan Balasan