“Idul Fitri adalah puncak dari saudara dan saudariku yang sudah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan. Makna dari ibadah puasa itu sendiri adalah saudara saudariku telah melewati suatu pertempuran, dimana pertempuran itu bukan berhadapan langsung dengan musuh, tetapi dengan diri kita sendiri dan mereka telah berhasil melawan hawa, nafsu dan haus. Dan hari ini mereka telah memenangkan pertempuran itu,”ungkap Alexon Lumba.

Menurut Alexon Lumba, toleransi antar umat beragama di Kabupaten Kupang sangatlah baik dan ia ingin tetap dipertahankan. “Saya harapkan falsafah-falsafah kehidupan beragama yang sudah dibangun tetap dipertahankan bilaperlu ditingkatkan. Saya bangga berada ditengah-tengah umat muslim saat ini. Bagi saya, kebersamaan antar umat beragama di kampung toleransi ini begitu erat. Disamping gedung masjid ada gedung gereja. Sungguh suatu kebanggaan bagi saya,”kata dia.

Hal lain dari makna Idul Fitri diungkapkan muslimin Ruslan Ambulera dan muslimah Sri Lestari, yang ditemui usai melakukan sholat Idul Fitri. Bagi Ruslan Ambulera makna dari Idul Fitri tahun ini adalah refleksi. Refleksi untuk lebih baik. “Kita manusia tidak terlepas dari kesalahan, karena itu saya pribadi di momen lebaran tahun ini, saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.