Terkait mencuatnya nama kader lain seperti Christian Widodo untuk maju dalam Pilkada NTT, Ahmad Atang menyebut, PSI harus mengambil sikap yang lebih elegan, dalam hal distribusi kader baik di kursi legislatif maupun eksekutif.
“Kalau kader legislatif yang dimajukan dalam Pilkada, tapi kalau gagal, maka PSI bisa kehilangan figur yang kompeten di kursi legislatif. Kalau ibu Jane lolos, maka PSI tidak hanya punya kader di legislatif, tapi juga di eksekutif,” jelasnya.
Ahmad Atang juga menilai, jika Jane Natalia jadi maju dalam Pilkada 2024, maka peluang kemenangannya tergantung pada figur siapa yang menjadi pasangannya.
“Beliau disebut menjadi calon wakil Gubernur, maka pendampingnya setidak-tidaknya bisa menjanjikan kemenangan. Jadi mereka seleksi lagi. Tidak hanya semangat wakil dan siapapun diterima. Ini kan repot. Karena pilihan publik ini bukan pilihan wakil, tapi pilihan pasangan. Jadi mereka saling melengkapi secara elektoral,” jelas Ahmad Atang.
Namun jika Jane Natalia ingin maju dalam Pilkada NTT 2024 sebagai gubernur, maka Jane Natalia sendiri yang akan menentukan siapa wakil menjadi wakilnya. (*)





Tinggalkan Balasan