Ia menyatakan, niat dan cita-cita para kepala daerah yang ditemui sangat luar biasa. Pemerintah daerah di NTT sepakat bahwa program ini bisa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Cukup rakyat saya bisa bekerja, berpendapatan secara berkelanjutan. Ada uang untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak-anak dan kebutuhan lainnya terpenuhi. Setidaknya itu ungkapan yang Malindo tangkap dari Pimpinan Daerah tersebut,” ungkap Direktur Malindo.

Pasca kegiatan pelatihan, nantinya masing-masing daerah mitra akan memiliki produk dengan brand yang sumber bahan dan produksinya berasal dari rakyat, serta memiliki pabrik unit finishing sebagai tempat tujuan penjualan hasil produksi rakyat untuk dikemas modern dan didistribusi sesuai standar pasar lokal ataupun ekspor.

“Kita menargetkan adanya gelora peningkatan pendapatan rakyat desa di berbagai Kabupaten mitra Malindo di Provinsi NTT, sehingga akan ada tren positif bagi perputaran ekonomi di Daerah yang langsung dirasakan oleh rakyat,” terangnya.

Direktur Malindo menambahkan, program ini berpotensi meningkatkan nilai tambah produksi seperti jagung, ikan, pisang, ubi, buah semu mente, rumput laut, dan sorgum.