Direktur Malindo menambahkan, program ini berpotensi meningkatkan nilai tambah produksi seperti jagung, ikan, pisang, ubi, buah semu mente, rumput laut, dan sorgum.
“Kurang lebih 60 jenis hasil pertanian, perkebunan dan kelautan dapat diolah langsung oleh rakyat menjadi Produk Unggulan pangan kering berdaya saing dengan pola pelatihan 70% praktek dan 30% mind set atau pola pikir oleh Tim instruktur Malindo,” pungkas Rikardi. (*/KN)
Halaman







Tinggalkan Balasan