“Marthen tidak menyuruh orang melakukan kejahatan,” tegasnya Jhon Rihi.

Selain Marthen Konay, Jhon Rihi juga meminta hakim untuk membebaskan Ama Logo, karena Ama Logo dinilai tidak terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.

Sementara itu, Anton Ali yang juga merupakan tim kuasa hukum Marthen Soleman Konay menyatakan, tidak ada hubungan kausalitas antara voice note Marthen Konay, dengan peristiwa tawuran hingga pembunuhan alm Roy Bolle di depan kampus Unkris.

“Semua peristiwa itu terjadi bukan karena voice note, tapi ada sebab lain,” ujar Anton Ali.

Ia menyampaikan, sebab terjadinya peristiwa tawuran di depan kampus Unkris adalah Paul Bethan menyuruh kelompoknya maju untuk merekam kegiatan keluarga Konay tanpa ijin.

“Juga peristiwa pembakaran sepeda motor sama sekali tidak ada kaitannya dengan Marthen Soleman Konay. Demikian juga dengan peristiwa duel yang terjadi antara saudara Tejo dan Roy Herman Bolle itu semata-mata karena duel akibat serangan yang dilancarkan oleh korban kepada saudara Tejo,” tegas Anton Ali.