Ia menganalogikan, perubahan pengurus DPD I Partai Golkar NTT seperti perubahan formasi dalam permainan sepak bola. Sehingga perubahan formasi kali ini, tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan mesin partai menyongsong Pilkada serentak tahun ini.

Melki membantah bahwa ada tendensi pribadi dalam perubahan kepengurusan DPD I Partai Golkar NTT. Ia menegaskan, perubahan kepengurusan telah dikonsultasikan ke DPP Partai Golkar.

“Saya sudah konsultasi ke DPP juga biasa-biasa saja. Ya saya jalankan tanpa ada tendensi apa-apa,” tegasnya.

Melki memninta semua pihak untuk menghentikan polemik terkait perubahan kepengurusan DPD I Partai Golkar NTT.

“Hari ini saya sampaikan cukup sampai di sini. Kalau masih tetap, mungkin ada sanksi yang lebih ekstrim. Partai Golkar terbuka, terhadap kritik. Partai Golkar milik semua orang, juga milik seluruh masyarakat NTT untuk menyampaikan pendapat demi perbaikan ke depan,” tandasnya.

Terkait laporan mantan Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT Inche Sayuna ke Dewan Etik atau Mahkamah Partai, Melki menegaskan pihaknya siap menghadapi hal tersebut.