Ia menyampaikan, meski dipisahkan oleh batas administrasi pemerintahan dan kedaulatan sebagai sebuah negara, Provinsi NTT dan Negara Timor Leste memiliki kedekatan yang sangat erat baik secara sosio kultural maupun ekonomi.

Banyak masyarakat Timor Leste yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang sangat rapat dengan masyarakat NTT terutama yang tinggal di daerah Perbatasan. Selain itu, secara ekonomi kedua daerah ini memiliki hubungan dagang yang saling menopang satu sama lain.

“Berdasarkan data statistik tahun 2023, dari total nilai ekspor NTT yang didominasi sektor non migas sebesar 74,086 juta dollar, sekitar 77 persen diekspor ke Negara Timor Leste. Sementara itu, total impor dari negara Timor Leste ke NTT sekitar 4,1 persen yang sebagian besar terdiri dari kopra dan kopi. Untuk bulan Februari 2024, kegiatan ekspor-impor dan pelintasan orang melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain menghasilkan devisa sebesar Rp. 55,8 miliar lebih dan 18.859 pelintas. Aktivitas perdagangan dan pelintasan orang yang signifikan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua daerah ini, Negara Timor Leste dan Provinsi Nusa Tenggara Timur,” terangnya.