“Saat ini wilayah Nusa Tenggara Timur masih berada pada periode Musim Hujan. Terdapat pusaran angin masuk atau Sirkulasi Siklonik di bagian Barat Daya Australia sehingga membentuk daerah perlambatan, pertemuan dan belokan angin di wilayah Nusa Tenggara Timur,” tulis Sti Nenot’ek.
Ia menjelaskan, kondisi Dinamika Atmosfer juga didukung dengan aktifnya Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Equatorial Rossby serta hangatnya suhu permukaan laut dan kelembapan yang cukup basah di tiap lapisan atmosfer, yang mengindikasikan pasokan uap air di wilayah Nusa Tenggara Timur cukup siginifikan mendukung terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan yang cukup intens.
Hal ini menyebabkan wilayah Nusa Tenggara Timur berpotensi terjadi Hujan Sedang hingga Sangat Lebat bahkan Hujan Ekstrem yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat dalam sepekan kedepan.
“Stasiun Meteorologi kelas Il Eltari Kupang mengimbau pemerintah daerah, masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi Cuaca Ekstrem selama sepekan ke depan,” terangnya.





Tinggalkan Balasan